Bank Mandiri Perkuat Struktur Keuangan, Dukung Ekspansi Bisnis

- Jurnalis

Sabtu, 14 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bank Mandiri

Bank Mandiri

BISNIS,JS- PT Bank Mandiri menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah dengan memperkuat struktur keuangan yang solid. Langkah ini bertujuan menopang ekspansi bisnis berkelanjutan dan mendukung berbagai program pembangunan nasional.

Aset dan Kredit Tumbuh Signifikan

Sepanjang 2025, Bank Mandiri fokus memperkuat fondasi keuangan untuk mendorong pertumbuhan intermediasi yang sehat dan ekonomi yang inklusif. Total aset bank meningkat 16,6 persen menjadi Rp2.829,9 triliun. Sementara itu, penyaluran kredit tumbuh 13,4 persen menjadi Rp1.895,0 triliun.

Baca Juga :  Pasca Jadi BUMN, BSI Berambisi Naik Kelas Jadi Bank KBMI 4

Pertumbuhan ini terutama didorong strategi ekspansi yang menargetkan sektor produktif. Kredit UMKM meningkat 4,88 persen, memperluas akses pembiayaan bagi lebih dari 1,3 juta pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional.

Strategi Kredit yang Selektif dan Terukur

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menekankan pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas aset. “Kami menyalurkan kredit secara selektif, fokus pada sektor produktif yang mendorong ekonomi kerakyatan dan menciptakan lapangan kerja. Strategi ini menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memastikan kualitas aset tetap terjaga,” ujarnya.

Baca Juga :  OJK Cabut Izin BPR Bermasalah, Industri Perbankan Diperkuat

Pendanaan Sehat Mendukung Ekspansi

Ekspansi kredit mendapat dukungan dari struktur likuiditas yang kuat. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 23,9 persen menjadi Rp2.105,8 triliun. CASA (dana murah) juga meningkat 12,6 persen menjadi Rp1.431,4 triliun. Kondisi ini memberikan ruang bagi Bank Mandiri untuk memperluas bisnis secara berkelanjutan.

Mendukung Program Pemerintah dan Ekonomi Desa

Bank Mandiri menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp41 triliun kepada sekitar 360 ribu pelaku UMKM secara terukur. Selain itu, bank membiayai 147 mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mendukung pembangunan sosial dan ketahanan pangan.

Di sektor ekonomi desa, Bank Mandiri mengelola lebih dari 4.700 rekening Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan membuka lebih dari 3.700 rekening BUMDes serta BUMDesma. Langkah ini sejalan dengan Program 3 Juta Rumah dan agenda pengembangan desa.

Komitmen Sosial dan Lingkungan

Sepanjang 2025, Bank Mandiri menjalankan 1.174 program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program ini fokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas hidup, serta bantuan kemanusiaan untuk wilayah terdampak bencana.

Kontribusi Berkelanjutan bagi Negara

Bank Mandiri juga menjaga kontribusi ke negara. Dividen yang disalurkan pada 2025 mencapai Rp52,5 triliun, terdiri dari Rp43,5 triliun dari laba 2024 dan Rp9 triliun dividen interim dari laba 2025. Selama 2000–2025, total dividen mencapai Rp225 triliun.

Baca Juga :  Ramai Bank Sentral Borong Emas, BI Angkat Bicara

Selain itu, bank membayarkan pajak sekitar Rp27 triliun pada 2025. Secara kumulatif sejak 2000, total pajak yang disetorkan mencapai Rp277 triliun, mencerminkan peran sistemik Bank Mandiri dalam memperkuat fondasi fiskal nasional.

Fokus pada Manfaat Pembangunan yang Merata

Riduan menegaskan, “Kami melihat dukungan terhadap program prioritas pemerintah bukan sekadar target bisnis. Kami bertanggung jawab sebagai mitra strategis negara. Dengan pembiayaan terukur dan penguatan ekosistem usaha, kami memastikan manfaat pembangunan dirasakan lebih merata.”(*)

Berita Terkait

Bank Digital Makin Populer, Transaksi Digital Indonesia Capai 5,50 Miliar
MotoGP Indonesia 2026 Segera Digelar, BRI Dorong Ekonomi Digital dan Peluang UMKM
Terbaru! KUR BRI Rp20 Juta September 2026: Cicilan Mulai Rp396 Ribu, Cek Simulasi Lengkap dan Syarat Pinjaman BRI
IHSG Hari Ini Diprediksi Melemah, Investor Wajib Cermati Level 6.000 dan 6.200
BI Rate Diprediksi Naik Lagi Akhir 2026, Rupiah Jadi Perhatian dan Dampaknya ke Bunga Bank
IHSG Anjlok 1,51 Persen, Ini 3 Saham Pilihan untuk Trading Pekan Ini
Harga Emas Perhiasan Hari Ini Senin 28 September 2026: Cek Harga per Gram Semua Kadar, Ada Perubahan Menarik
Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS, Ekonom Ungkap 3 Tekanan Global yang Bisa Bikin Kurs Makin Tertekan
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 21:45 WIB

Bank Digital Makin Populer, Transaksi Digital Indonesia Capai 5,50 Miliar

Rabu, 30 September 2026 - 18:01 WIB

MotoGP Indonesia 2026 Segera Digelar, BRI Dorong Ekonomi Digital dan Peluang UMKM

Rabu, 30 September 2026 - 15:01 WIB

Terbaru! KUR BRI Rp20 Juta September 2026: Cicilan Mulai Rp396 Ribu, Cek Simulasi Lengkap dan Syarat Pinjaman BRI

Rabu, 30 September 2026 - 14:00 WIB

IHSG Hari Ini Diprediksi Melemah, Investor Wajib Cermati Level 6.000 dan 6.200

Selasa, 29 September 2026 - 23:25 WIB

BI Rate Diprediksi Naik Lagi Akhir 2026, Rupiah Jadi Perhatian dan Dampaknya ke Bunga Bank

Berita Terbaru