Bunga Deposito BNI Agustus 2026: Cek Tenor dengan Imbal Hasil 2,75% dan Simulasi Cuan

- Jurnalis

Kamis, 20 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bunga Deposito bank BNI

Bunga Deposito bank BNI

BISNIS,JS- Bagi masyarakat yang sedang mencari tempat menyimpan dana sekaligus memperoleh pendapatan bunga secara relatif stabil, deposito perbankan masih menjadi salah satu pilihan yang menarik. Salah satu produk yang banyak mendapat perhatian yaitu deposito Bank Negara Indonesia (BNI).

Memasuki Agustus 2026, suku bunga deposito BNI dalam mata uang rupiah berada pada kisaran 2,25% hingga 2,75% per tahun. Menariknya, BNI menawarkan bunga tertinggi 2,75% per tahun untuk tenor 6 bulan.

Informasi pada laman resmi BNI menunjukkan bahwa tingkat bunga tersebut berlaku pada berbagai kelompok nominal simpanan, mulai dari dana di bawah Rp100 juta hingga nominal di atas Rp100 miliar. BNI juga menetapkan setoran awal deposito rupiah sebesar Rp5 juta.

Karena itu, calon nasabah yang memiliki dana menganggur dapat membandingkan tenor terlebih dahulu sebelum menentukan pilihan. Selain mempertimbangkan persentase bunga, nasabah juga perlu memperhatikan jangka waktu pencairan, pajak atas bunga deposito, kebutuhan likuiditas, serta ketentuan penjaminan simpanan.

Daftar Bunga Deposito BNI Agustus 2026

Berikut rincian suku bunga deposito BNI rupiah yang tercantum pada informasi resmi BNI:

Tenor Deposito Bunga per Tahun
1 bulan 2,25%
3 bulan 2,50%
6 bulan 2,75%
12 bulan 2,50%
24 bulan 2,50%

Dari tabel tersebut, deposito BNI tenor 6 bulan menawarkan bunga paling tinggi, yaitu 2,75% per tahun.

Sementara itu, tenor 3 bulan, 12 bulan, dan 24 bulan menawarkan bunga 2,50% per tahun. Adapun tenor 1 bulan memberikan bunga 2,25% per tahun. BNI mencantumkan tingkat bunga yang sama pada berbagai kelompok nominal deposito rupiah.

Bunga Deposito BNI Tertinggi Ada di Tenor 6 Bulan

Bagi nasabah yang mengejar tingkat bunga paling tinggi dalam daftar tersebut, tenor 6 bulan menjadi pilihan utama.

BNI menetapkan bunga 2,75% per tahun untuk deposito enam bulan. Angka ini lebih tinggi dibandingkan bunga tenor satu bulan yang berada pada level 2,25%.

Selisih 0,50 poin persentase tersebut memang terlihat kecil. Namun, semakin besar dana yang ditempatkan, semakin besar pula nominal bunga kotor yang dapat muncul dalam perhitungan.

Sebagai contoh sederhana, nasabah yang menempatkan dana Rp100 juta pada tingkat bunga 2,75% per tahun akan memperoleh estimasi bunga kotor sekitar Rp2,75 juta dalam setahun jika menggunakan perhitungan tahunan sederhana.

Namun, deposito enam bulan hanya berjalan selama setengah tahun. Dengan demikian, estimasi bunga kotor untuk periode enam bulan berada di kisaran Rp1,375 juta sebelum pajak dan biaya atau ketentuan lain yang berlaku.

Perhitungan tersebut hanya ilustrasi. Nilai bunga bersih yang diterima nasabah dapat berbeda setelah memperhitungkan pajak atas bunga deposito.

Berapa Modal Minimal Deposito BNI?

Pertanyaan mengenai minimal deposito BNI juga sering muncul ketika masyarakat mulai mempertimbangkan produk simpanan berjangka.

Menurut laman resmi BNI, setoran awal untuk deposito rupiah mencapai Rp5 juta. Ketentuan nominal setoran dapat berubah sesuai kebijakan bank.

Dengan modal awal tersebut, deposito BNI dapat menjadi pilihan bagi nasabah yang ingin mulai mengalokasikan sebagian dana ke instrumen simpanan berjangka.

Namun, calon nasabah sebaiknya tidak menempatkan seluruh dana yang tersedia ke deposito. Dana untuk kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan darurat tetap perlu berada pada instrumen yang mudah dicairkan.

Simulasi Bunga Deposito BNI Rp10 Juta

Untuk memberikan gambaran yang lebih mudah dipahami, berikut contoh perhitungan bunga kotor.

Misalnya seseorang menempatkan Rp10 juta pada deposito BNI dengan bunga 2,75% per tahun.

Perhitungan sederhananya:

Rp10.000.000 × 2,75% = Rp275.000 per tahun

Jika menggunakan tenor enam bulan, estimasi bunga kotor:

Rp275.000 × 6/12 = Rp137.500

Jadi, sebelum memperhitungkan pajak, dana Rp10 juta dapat menghasilkan estimasi bunga kotor sekitar Rp137.500 selama enam bulan.

Angka tersebut hanya simulasi berdasarkan tingkat bunga tahunan. Nasabah perlu mengikuti perhitungan dan ketentuan aktual yang berlaku pada saat pembukaan deposito.

Baca Juga :  Deposito BSI 2026: Cek Nisbah, Equivalent Rate, Tenor, dan Potensi Keuntungan Sebelum Menabung

Simulasi Deposito BNI Rp50 Juta

Bagaimana jika dana yang tersedia mencapai Rp50 juta?

Dengan bunga 2,75% per tahun, estimasi bunga kotor selama satu tahun dapat dihitung sebagai berikut:

Rp50.000.000 × 2,75% = Rp1.375.000

Untuk tenor enam bulan, estimasinya:

Rp1.375.000 × 6/12 = Rp687.500

Artinya, dana Rp50 juta yang ditempatkan selama enam bulan pada tingkat bunga 2,75% per tahun menghasilkan estimasi bunga kotor sekitar Rp687.500.

Sekali lagi, angka tersebut belum memperhitungkan pajak bunga deposito.

Simulasi Deposito BNI Rp100 Juta

Nasabah dengan dana Rp100 juta juga dapat menggunakan perhitungan yang sama.

Pada bunga 2,75% per tahun:

Rp100.000.000 × 2,75% = Rp2.750.000 per tahun

Jika dana tersebut ditempatkan selama enam bulan:

Rp2.750.000 × 6/12 = Rp1.375.000

Dengan demikian, estimasi bunga kotor selama enam bulan mencapai sekitar Rp1,375 juta.

Nilai aktual yang masuk ke rekening nasabah dapat lebih rendah setelah pengenaan pajak sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku.

Apakah Bunga Deposito BNI Sama untuk Semua Nominal?

Salah satu hal yang cukup menarik dari daftar BNI yaitu persentase bunga deposito rupiah tersebut tercantum sama pada sejumlah kelompok nominal.

BNI mencantumkan kelompok dana mulai dari di bawah Rp100 juta, kemudian Rp100 juta hingga kurang dari Rp1 miliar, Rp1 miliar hingga kurang dari Rp5 miliar, sampai nominal di atas Rp100 miliar.

Pada kelompok tersebut, tingkat bunga rupiah tercantum sama, yaitu 2,25% untuk tenor satu bulan, 2,50% untuk tenor tiga bulan, 2,75% untuk tenor enam bulan, serta 2,50% untuk tenor 12 dan 24 bulan.

Kondisi tersebut membuat nasabah tidak perlu mengejar nominal tertentu hanya untuk mendapatkan tingkat bunga deposito rupiah yang lebih tinggi berdasarkan tabel tersebut.

Pilih Deposito 1 Bulan, 3 Bulan, atau 6 Bulan?

Pemilihan tenor sebaiknya menyesuaikan kebutuhan masing-masing nasabah.

Tenor 1 bulan cocok bagi nasabah yang menginginkan periode penempatan relatif singkat. Namun, bunga yang tercantum sebesar 2,25% per tahun menjadi yang paling rendah dalam daftar tersebut.

Tenor 3 bulan memberikan bunga 2,50% per tahun. Pilihan ini dapat menjadi alternatif bagi nasabah yang ingin memperoleh bunga lebih tinggi dengan periode penempatan yang masih relatif pendek.

Sementara itu, tenor 6 bulan menawarkan bunga tertinggi sebesar 2,75% per tahun. Jika dana memang tidak diperlukan dalam waktu enam bulan, pilihan ini menjadi salah satu opsi yang patut diperhitungkan.

Adapun tenor 12 bulan dan 24 bulan sama-sama menawarkan bunga 2,50% per tahun. Karena itu, nasabah perlu mempertimbangkan kebutuhan dana jangka menengah hingga panjang sebelum memilih tenor tersebut.

Deposito BNI vs Tabungan Biasa

Deposito dan tabungan memiliki karakteristik yang berbeda.

Tabungan memberikan fleksibilitas lebih tinggi karena nasabah dapat menggunakan dana untuk berbagai kebutuhan transaksi. Sebaliknya, deposito memiliki jangka waktu tertentu sehingga nasabah perlu memperhatikan ketentuan pencairan sebelum jatuh tempo.

Karena itu, deposito lebih cocok untuk dana yang memang tidak akan digunakan dalam periode tertentu.

Nasabah yang mengalokasikan dana ke deposito juga dapat memperoleh kepastian mengenai tingkat bunga sesuai ketentuan produk ketika melakukan penempatan.

BNI menyebut deposito sebagai simpanan berjangka dengan pilihan tenor 1, 3, 6, 12, dan 24 bulan. BNI juga menyediakan pilihan Automatic Roll Over (ARO) maupun non-ARO pada produk deposito.

Apa Itu ARO pada Deposito BNI?

ARO atau Automatic Roll Over merupakan fasilitas perpanjangan deposito secara otomatis ketika deposito mencapai jatuh tempo, sesuai ketentuan produk.

Fitur ini dapat membantu nasabah yang memang ingin terus menempatkan dananya dalam deposito tanpa melakukan pembukaan kembali secara manual setiap periode.

Namun, nasabah tetap perlu memperhatikan tingkat bunga yang berlaku pada saat perpanjangan. Tingkat bunga pada periode berikutnya dapat mengikuti ketentuan yang berlaku ketika deposito diperpanjang.

Karena itu, jangan hanya memperhatikan bunga ketika pertama kali membuka deposito. Periksa kembali tingkat bunga dan ketentuan yang berlaku ketika memasuki periode perpanjangan.

Bagaimana dengan Pajak Bunga Deposito?

Bunga deposito bukan berarti seluruh nilai bunga otomatis menjadi pendapatan bersih nasabah.

Nasabah perlu memperhitungkan pajak atas bunga deposito sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku.

Karena itu, ketika melakukan simulasi keuntungan, gunakan konsep bunga kotor dan bunga bersih.

Misalnya, perhitungan berdasarkan bunga tahunan menghasilkan Rp1 juta. Nilai tersebut belum tentu menjadi jumlah bersih yang diterima nasabah karena terdapat kewajiban pajak sesuai aturan.

Dengan memperhitungkan pajak sejak awal, calon nasabah dapat memperoleh gambaran yang lebih realistis mengenai keuntungan deposito.

Apakah Deposito BNI Aman?

BNI menyatakan bahwa produknya berada dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI). BNI juga tercatat sebagai peserta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

LPS menjamin simpanan nasabah hingga Rp2 miliar per nasabah per bank, dengan tetap mengikuti persyaratan dan ketentuan penjaminan yang berlaku.

Hal penting yang perlu diperhatikan yaitu tingkat bunga simpanan juga berkaitan dengan ketentuan tingkat bunga penjaminan LPS. BNI mencantumkan tingkat bunga penjaminan LPS untuk bank umum rupiah sebesar 3,75% untuk periode 1 Juli sampai 30 September 2026.

Dengan tingkat bunga deposito rupiah BNI maksimal 2,75% dalam tabel tersebut, angka tersebut berada di bawah tingkat bunga penjaminan LPS yang tercantum untuk periode tersebut.

Meskipun demikian, nasabah tetap perlu memahami seluruh syarat penjaminan. Penjaminan LPS tidak berarti setiap kondisi simpanan otomatis memperoleh perlindungan tanpa syarat.

Strategi Memilih Deposito BNI untuk Dana Menganggur

Sebelum menempatkan dana, buatlah perencanaan sederhana.

Pertama, pisahkan dana darurat dari dana investasi atau simpanan berjangka.

Kedua, tentukan kapan dana tersebut akan digunakan.

Ketiga, bandingkan bunga berdasarkan tenor.

Keempat, hitung estimasi bunga setelah pajak.

Kelima, periksa ketentuan pencairan sebelum jatuh tempo.

Langkah tersebut membantu nasabah menghindari keputusan hanya karena tergiur persentase bunga.

Sebagai contoh, seseorang yang membutuhkan dana dalam tiga bulan sebaiknya tidak otomatis memilih tenor 12 atau 24 bulan hanya karena ingin mengunci dana lebih lama.

Sebaliknya, jika dana memang tidak akan digunakan selama enam bulan, tenor 6 bulan dengan bunga 2,75% dapat menjadi alternatif menarik berdasarkan daftar suku bunga yang tercantum.

Baca Juga :  Bunga Deposito Bank Mandiri Agustus 2026 Terbaru, Simpan Rp100 Juta Untung Berapa? Cek Tabel Lengkap dan Cara Bukanya

Bunga Deposito BNI Agustus 2026 Paling Tinggi 2,75%

Secara keseluruhan, bunga deposito BNI Agustus 2026 berada pada rentang 2,25% sampai 2,75% per tahun untuk deposito rupiah.

Tenor 6 bulan menjadi pilihan dengan bunga tertinggi, yaitu 2,75% per tahun. Sementara itu, tenor 3 bulan, 12 bulan, dan 24 bulan menawarkan bunga 2,50%, sedangkan tenor 1 bulan berada di 2,25%.

BNI menetapkan setoran awal deposito rupiah sebesar Rp5 juta. Selain itu, tabel resmi BNI menunjukkan persentase bunga yang sama pada berbagai kelompok nominal simpanan.

Bagi masyarakat yang sedang mencari investasi bunga tinggi, deposito dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengelola dana yang tidak digunakan dalam jangka pendek. Namun, keputusan tetap perlu mempertimbangkan kebutuhan likuiditas, pajak, inflasi, tingkat bunga yang berlaku, serta profil risiko masing-masing.

Sebelum membuka deposito, calon nasabah sebaiknya memeriksa kembali informasi terbaru melalui kanal resmi BNI karena bank dapat mengubah suku bunga dan ketentuan produk sesuai kebijakan yang berlaku.(*)

Berita Terkait

Harga Emas Perhiasan Hari Ini Kamis 20 Agustus 2026 Naik atau Turun? Cek Harganya Disini
IHSG Diprediksi Kembali Tertekan pada 20 Agustus 2026, Investor Waspadai The Fed dan Harga Minyak
Promo BRI x SATURDAYS 2026-2027: Diskon Rp150 Ribu, Cicilan 0% hingga 24 Bulan dan Garansi 1 Tahun
Harga BBM Pertamina, BP, Shell, dan Vivo 19 Agustus 2026 Turun, Ini Daftar Lengkap Harga Terbaru
Promo Alfamart Hari Ini Rabu 19 Agustus 2026: Voucher Rp19 Ribu, Diskon Susu, Mi Instan, Minyak Goreng hingga Double A-Poin
KUR BRI Agustus 2026: Tabel Angsuran Pinjaman Rp40 Juta, Syarat, Bunga, dan Cara Pengajuan
Investasi Makin Mudah dari HP, Investor Pasar Modal Tembus 30,43 Juta: Ini Risiko yang Wajib Dipahami
NPL Kredit Konsumer Bank Besar Naik, Ini Dampaknya bagi Nasabah dan Investor
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:01 WIB

Bunga Deposito BNI Agustus 2026: Cek Tenor dengan Imbal Hasil 2,75% dan Simulasi Cuan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:35 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini Kamis 20 Agustus 2026 Naik atau Turun? Cek Harganya Disini

Rabu, 19 Agustus 2026 - 23:01 WIB

IHSG Diprediksi Kembali Tertekan pada 20 Agustus 2026, Investor Waspadai The Fed dan Harga Minyak

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:01 WIB

Promo BRI x SATURDAYS 2026-2027: Diskon Rp150 Ribu, Cicilan 0% hingga 24 Bulan dan Garansi 1 Tahun

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:01 WIB

Harga BBM Pertamina, BP, Shell, dan Vivo 19 Agustus 2026 Turun, Ini Daftar Lengkap Harga Terbaru

Berita Terbaru