UMKM Merangin Mulai Go Digital, Pelatihan Media Sosial di Aula Rumah Dinas Bupati Buka Peluang Pasar hingga Nasional

- Jurnalis

Sabtu, 26 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pelatikan UMKM Kabupaten Merangin

Pelatikan UMKM Kabupaten Merangin

MERANGIN,JS- Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Merangin mulai mendapat dorongan untuk mengubah cara memasarkan produk di tengah semakin kuatnya persaingan bisnis digital.

Pemerintah Kabupaten Merangin melihat media sosial bukan lagi sekadar ruang untuk berbagi informasi. Platform digital kini menjadi salah satu pintu utama bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, membangun merek, berinteraksi dengan calon pelanggan, sekaligus membuka pasar yang lebih luas.

Karena itu, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Merangin menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Optimalisasi Konten Media Sosial bagi Pelaku UMKM di Aula Rumah Dinas Bupati Merangin, Kamis, 24 September 2026.

Kegiatan tersebut menghadirkan materi yang lebih praktis. Peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai penggunaan media sosial, tetapi juga belajar membuat materi promosi yang mampu menarik perhatian calon konsumen.

Pemerintah daerah berharap kemampuan tersebut dapat membantu pelaku UMKM Merangin memasuki ekosistem digital marketing secara lebih serius.

UMKM Merangin Didorong Manfaatkan Media Sosial

Asisten III Setda Merangin, Henizor, membuka kegiatan tersebut mewakili Bupati Merangin M. Syukur. Kepala Dinas Kominfo Merangin, Ahmad Khoiruddin AS, turut menghadiri kegiatan tersebut.

Dalam sambutan Bupati Merangin yang dibacakan Henizor, pemerintah daerah menempatkan UMKM sebagai salah satu kekuatan penting dalam menggerakkan ekonomi daerah.

Menurut pemerintah daerah, keberadaan UMKM tidak hanya berkaitan dengan aktivitas jual beli. Sektor ini juga menciptakan lapangan pekerjaan dan memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha sesuai potensi yang mereka miliki.

Namun, perkembangan teknologi mengubah perilaku konsumen.

Masyarakat kini semakin sering mencari informasi produk melalui internet sebelum melakukan pembelian. Mereka melihat foto, menonton video, membaca keterangan produk, mengecek ulasan, kemudian membandingkan harga serta kualitas dari beberapa penjual.

Perubahan tersebut membuat pelaku UMKM perlu menyesuaikan strategi pemasaran.

Produk yang bagus saja belum cukup. Pelaku usaha juga perlu menyampaikan keunggulan produk melalui konten yang mudah dipahami dan menarik perhatian.

“Pelaku UMKM dituntut mampu memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana promosi yang efektif. Konten yang kreatif, menarik, dan informatif dapat meningkatkan daya tarik produk sekaligus memperluas jangkauan pasar hingga ke tingkat nasional bahkan internasional,” ujar Henizor.

Digital Marketing Jadi Bagian Penting Strategi Bisnis

Perubahan pola konsumsi tersebut membuat digital marketing semakin relevan bagi pelaku UMKM.

Dengan strategi yang tepat, pelaku usaha dapat memperkenalkan produknya tanpa harus mengandalkan promosi konvensional. Media sosial memungkinkan sebuah produk lokal menjangkau konsumen di daerah lain dengan biaya promosi yang relatif fleksibel.

Instagram, TikTok, Facebook, YouTube, hingga berbagai platform digital lainnya dapat menjadi etalase bagi produk UMKM.

Namun, keberadaan akun media sosial saja belum menjamin keberhasilan pemasaran.

Pelaku usaha perlu memahami bagaimana membuat konten, memilih foto yang tepat, menyusun video, menulis keterangan produk, serta menentukan sasaran audiens.

Di sinilah konsep social media marketing memiliki peran penting.

Konten yang terencana dapat membantu sebuah usaha membangun komunikasi dengan calon pelanggan. Sebaliknya, konten yang dibuat tanpa konsep dapat membuat produk sulit mendapatkan perhatian meskipun kualitasnya cukup baik.

Karena itu, pelatihan yang digelar Diskominfo Merangin tidak hanya berfokus pada penggunaan media sosial, tetapi juga pada kualitas konten yang tampil di dalamnya.

Baca Juga :  Kasus ISPA di Jambi Turun Jadi 7.236 Kasus, Warga Diminta Tetap Jaga Kesehatan

Foto Produk Menjadi Senjata Promosi

Salah satu materi yang mendapat perhatian dalam bimtek tersebut berkaitan dengan pembuatan foto produk.

Dalam bisnis online, calon konsumen tidak dapat menyentuh atau melihat produk secara langsung. Mereka mengandalkan foto sebagai salah satu sumber informasi sebelum mengambil keputusan.

Karena itu, kualitas foto memiliki pengaruh terhadap cara konsumen melihat sebuah produk.

Foto yang terang, memiliki komposisi yang rapi, memperlihatkan detail produk, serta menggunakan latar yang sesuai dapat membantu calon pembeli memahami barang yang ditawarkan.

Melalui materi product photography, peserta belajar memahami cara menampilkan produk agar terlihat lebih menarik di layar ponsel.

Keterampilan tersebut dapat diterapkan untuk berbagai jenis usaha, mulai dari kuliner, kerajinan, fesyen, produk pertanian, hingga berbagai produk lokal lainnya.

Dengan kemampuan tersebut, pelaku UMKM tidak selalu membutuhkan peralatan mahal untuk menghasilkan materi promosi. Mereka dapat mengoptimalkan perangkat yang tersedia sekaligus memahami teknik dasar pengambilan gambar.

Video Marketing Bantu Produk Lebih Menarik

Selain foto, peserta juga memperoleh materi mengenai pembuatan video promosi.

Perkembangan platform berbasis video membuat format tersebut semakin penting dalam strategi pemasaran digital.

Video memungkinkan pelaku usaha memperlihatkan proses produksi, cara penggunaan produk, keunggulan barang, suasana tempat usaha, hingga cerita di balik sebuah produk.

Format tersebut juga membuka peluang bagi UMKM untuk membangun kedekatan dengan calon pelanggan.

Ahmad Khoiruddin AS mengatakan pelatihan tersebut memberikan keterampilan praktis kepada peserta agar mereka dapat mengelola media sosial secara lebih efektif.

“Melalui bimtek ini, para peserta diajarkan teknik pembuatan foto produk yang menarik, video promosi kreatif, hingga desain visual yang profesional. Pelaku UMKM diharapkan mampu menjadikan media sosial sebagai etalase digital usaha mereka secara bijak dan efektif,” jelas Ahmad Khoiruddin.

Menurutnya, kemampuan membuat konten menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan pemasaran UMKM.

Pelaku usaha perlu memahami bahwa media sosial bukan hanya tempat mengunggah foto produk. Mereka juga dapat memanfaatkannya untuk membangun identitas bisnis dan berkomunikasi dengan konsumen.

Digital Branding Perkuat Identitas UMKM

Selain promosi, pemerintah daerah juga mendorong pelaku UMKM memperhatikan digital branding.

Identitas sebuah usaha dapat muncul melalui nama merek, logo, kemasan, gaya visual, cara berkomunikasi, hingga jenis konten yang rutin mereka unggah.

Identitas yang konsisten membantu konsumen mengenali sebuah produk ketika mereka melihatnya kembali di media sosial.

Karena itu, pelaku UMKM perlu memikirkan karakter bisnis yang ingin mereka bangun.

Produk makanan, misalnya, dapat menonjolkan kualitas bahan, proses pembuatan, cita rasa, atau cerita di balik usaha. Sementara itu, produk kerajinan dapat mengangkat proses produksi, keunikan desain, serta keterampilan pengrajinnya.

Pendekatan tersebut membuat konten tidak hanya menjual produk, tetapi juga menghadirkan cerita.

Strategi seperti itu menjadi bagian penting dalam content marketing, terutama ketika pelaku usaha ingin membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen.

Kreativitas Peserta Mendapat Apresiasi

Diskominfo Merangin juga memberikan piagam penghargaan kepada pelaku UMKM yang menunjukkan kreativitas serta komitmen dalam mengelola media sosial usaha.

Penilaian mencakup beberapa aspek.

Di antaranya konsep visual, kualitas penyampaian informasi produk, teknik editing video, serta ketepatan sasaran promosi.

Apresiasi tersebut memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam mengembangkan strategi promosi melalui platform digital.

Selain itu, penghargaan dapat menjadi motivasi agar peserta tidak berhenti membuat konten setelah kegiatan bimtek berakhir.

Sebab, keberhasilan pemasaran digital membutuhkan konsistensi.

Sebuah akun bisnis perlu memperbarui informasi, menghadirkan konten secara berkala, merespons konsumen, serta mengevaluasi jenis konten yang mendapatkan respons paling baik.

UMKM Lokal Perlu Mengikuti Perubahan Konsumen

Perubahan teknologi berlangsung cepat. Karena itu, pelaku UMKM perlu terus mengikuti perkembangan perilaku konsumen.

Dulu, masyarakat lebih banyak mengenal produk melalui toko fisik, brosur, spanduk, atau rekomendasi dari orang terdekat.

Kini, mesin pencarian dan media sosial ikut menentukan bagaimana konsumen menemukan sebuah produk.

Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi UMKM Merangin.

Produk lokal yang sebelumnya hanya dikenal di lingkungan sekitar dapat memperoleh perhatian dari konsumen di luar daerah apabila pelaku usaha mampu mengemas promosi secara tepat.

Namun, peluang tersebut juga menghadirkan tantangan.

Persaingan di ruang digital sangat terbuka. Pelaku UMKM harus berhadapan dengan produk dari berbagai daerah. Karena itu, kualitas produk, pelayanan, harga, kemasan, identitas merek, serta kualitas komunikasi digital perlu berjalan bersama.

Baca Juga :  Tol Betung-Jambi Seksi 1A Tembus 69 Persen, Kapan Dibuka? Ini Progres Terbarunya

Dari Produk Lokal Menuju Pasar Lebih Luas

Pemerintah Kabupaten Merangin berharap peningkatan kemampuan digital dapat membantu pelaku UMKM memperluas pasar.

Kemampuan tersebut dapat menjadi modal untuk mengembangkan online business yang tidak terbatas pada konsumen di sekitar tempat usaha.

Pelaku UMKM dapat menggunakan media sosial untuk memperkenalkan produk, menerima pertanyaan konsumen, mengarahkan calon pembeli ke kanal transaksi, hingga membangun pelanggan tetap.

Pada tahap berikutnya, pelaku usaha juga dapat mengembangkan strategi pemasaran yang lebih terukur dengan melihat data interaksi, jangkauan konten, jumlah tayangan, serta respons audiens.

Dengan demikian, promosi tidak lagi hanya mengandalkan perkiraan.

Pelaku usaha dapat mempelajari konten yang mendapatkan perhatian paling tinggi dan kemudian mengembangkan format tersebut sesuai karakter bisnisnya.

Pemkab Merangin Dorong UMKM Naik Kelas

Pemkab Merangin berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai pelatihan satu hari.

Kemampuan yang peserta dapatkan perlu mereka terapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari.

Mulai dari memperbaiki foto produk, membuat video pendek, menyusun informasi produk, membangun identitas merek, hingga menjaga interaksi dengan pelanggan di media sosial.

Jika pelaku UMKM konsisten menerapkan keterampilan tersebut, media sosial dapat berfungsi sebagai etalase digital yang terus bekerja memperkenalkan produk kepada calon konsumen.

Pada akhirnya, transformasi digital UMKM tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan aplikasi.

Lebih dari itu, pelaku usaha perlu memahami cara membangun kepercayaan, menyampaikan nilai produk, menjaga kualitas pelayanan, dan menciptakan komunikasi yang relevan dengan konsumen.

Langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah memperkuat daya saing UMKM dan mendukung visi Merangin Baru 2029.

Dengan semakin banyak pelaku usaha yang memahami digital promotion, social media strategy, content marketing, dan digital branding, produk UMKM Merangin memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Bagi pelaku usaha, perubahan tersebut menjadi momentum untuk tidak hanya bertahan di tengah persaingan ekonomi digital, tetapi juga membangun bisnis yang lebih adaptif terhadap perubahan perilaku konsumen.(*)

Berita Terkait

Data KTP Jangan Diumbar di Internet, Ini Cara Cegah NIK Disalahgunakan Penipu
Daftar Pinjol Legal OJK September 2026, Cek Bunga, Biaya dan Aturan Sebelum Ajukan Pinjaman Online
Sinyal HP Tiba-Tiba Turun ke 2G? Waspada Modus Fake BTS yang Bisa Mengincar M-Banking dan Saldo Rekening
Moneymaxxing Jadi Tren Keuangan Baru: Cara Anak Muda Mengoptimalkan Uang, Tabungan, dan Financial Wellness
Terbaru, Cara Menghapus Data Pinjol yang Belum Lunas? Ini Fakta, Langkah Aman, dan Cara Lapornya ke OJK
Jasa Pelunasan Pinjol di Media Sosial Jadi Modus Penipuan, Kenali Ciri-Ciri dan Cara Aman Melunasi Utang
Berapa Butir Telur yang Aman Dimakan Saat Diet? Ahli Ungkap Fakta yang Jarang Diketahui, Jangan Sampai Salah Konsumsi!
Rumah Belum Bersertifikat Bisa Dijual? Ini Aturan Terbaru, Risiko Besar, dan Cara Aman Agar Tidak Kehilangan Uang
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 09:01 WIB

Data KTP Jangan Diumbar di Internet, Ini Cara Cegah NIK Disalahgunakan Penipu

Sabtu, 26 September 2026 - 07:01 WIB

UMKM Merangin Mulai Go Digital, Pelatihan Media Sosial di Aula Rumah Dinas Bupati Buka Peluang Pasar hingga Nasional

Kamis, 24 September 2026 - 18:01 WIB

Daftar Pinjol Legal OJK September 2026, Cek Bunga, Biaya dan Aturan Sebelum Ajukan Pinjaman Online

Selasa, 8 September 2026 - 15:01 WIB

Sinyal HP Tiba-Tiba Turun ke 2G? Waspada Modus Fake BTS yang Bisa Mengincar M-Banking dan Saldo Rekening

Kamis, 20 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Moneymaxxing Jadi Tren Keuangan Baru: Cara Anak Muda Mengoptimalkan Uang, Tabungan, dan Financial Wellness

Berita Terbaru