Waspadai, Ini Dampak Buruk Tidur Berlebihan

- Jurnalis

Sabtu, 24 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi tider yang berlebihan

Ilustrasi tider yang berlebihan

KESEHATAN,JS- Tidur memang berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Namun, tidur yang berlebihan justru dapat memicu berbagai masalah kesehatan serius. Para ahli menyarankan orang dewasa untuk tidur sekitar 7–8 jam per hari agar tubuh tetap bugar dan produktif.

Belakangan ini, gaya hidup minim aktivitas atau yang sering disebut “mager” membuat banyak orang memilih tidur lebih lama daripada bergerak. Padahal, kebiasaan tersebut dapat membawa dampak negatif bagi kesehatan fisik maupun mental.

Mengacu pada sumber ilmiah yang dilansir Dprotexers, berikut enam masalah kesehatan yang dapat muncul akibat kebiasaan tidur terlalu lama.

1. Berat Badan Lebih Mudah Meningkat

Baca Juga :  Gangguan Tidur Ganggu Kesehatan, Kenali Jenis-Jenisnya

Pertama, tidur berlebihan berkaitan erat dengan kenaikan berat badan. Sejumlah studi menunjukkan bahwa durasi tidur yang terlalu panjang berhubungan dengan risiko obesitas dan diabetes.

Dokter menjelaskan bahwa orang yang tidur terlalu lama cenderung jarang bergerak. Selain itu, bangun lebih siang membuat waktu untuk berolahraga semakin terbatas. Akibatnya, pembakaran kalori menurun dan berat badan lebih cepat naik.

2. Risiko Depresi Semakin Besar

Selain berdampak pada fisik, tidur terlalu lama juga memengaruhi kesehatan mental. Tidur berlebihan dapat menimbulkan rasa lelah berkepanjangan dan perasaan putus asa.

Seiring waktu, kebiasaan enggan bangun dari tempat tidur dan kurang beraktivitas dapat menurunkan semangat hidup. Jika kondisi ini terus berlanjut, risiko depresi pun meningkat.

3. Mengancam Kesehatan Jantung

Baca Juga :  Jaga Kesehatan Jantung, 5 Superfood Bisa Turunkan LDL

Selanjutnya, tidur terlalu lama dapat membahayakan jantung. Tidur lebih dari delapan jam sehari tidak hanya mengurangi waktu produktif, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit jantung.

Penelitian menunjukkan bahwa durasi tidur berlebihan dapat meningkatkan risiko kematian akibat serangan jantung hingga 34 persen. Mengingat penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian tertinggi, kebiasaan ini perlu diwaspadai.

4. Memicu Sakit Kepala

Baca Juga :  Waspada! Perubahan Wajah Bisa Jadi Tanda Awal Stroke

Tidak hanya kurang tidur, kelebihan tidur juga sering memicu sakit kepala. Kondisi ini terjadi karena tidur berlebihan memengaruhi keseimbangan neurotransmitter di otak.

Selain itu, perubahan kadar serotonin akibat pola tidur tidak teratur dapat memicu rasa nyeri di kepala, terutama saat bangun tidur.

5. Menurunkan Daya Ingat dan Konsentrasi

Tidur terlalu lama juga berdampak pada fungsi otak. Penelitian menunjukkan bahwa durasi tidur yang berlebihan dapat menurunkan kemampuan kognitif.

Jika seseorang sering terbangun di malam hari, kualitas tidurnya pun menurun. Akibatnya, otak kesulitan berkonsentrasi dan daya ingat terhadap detail menjadi melemah.

6. Justru Memicu Insomnia

Ironisnya, kebiasaan tidur berlebihan dapat menyebabkan insomnia. Pola tidur yang tidak teratur sering menjadi pemicunya.

Sebagai contoh, begadang di depan komputer lalu tidur lebih lama keesokan harinya dapat mengacaukan ritme biologis tubuh. Akibatnya, tubuh sulit mengantuk pada malam berikutnya.

Pentingnya Menjaga Pola Tidur Seimbang

Melihat berbagai dampak tersebut, menjaga keseimbangan antara waktu tidur dan aktivitas fisik menjadi hal yang sangat penting. Tidur secukupnya, disertai gaya hidup aktif, membantu tubuh tetap sehat dan pikiran lebih fokus.

Dengan pola tidur yang teratur dan berkualitas, risiko berbagai masalah kesehatan pun dapat diminimalkan.(AN)

Berita Terkait

Jasa Pelunasan Pinjol di Media Sosial Jadi Modus Penipuan, Kenali Ciri-Ciri dan Cara Aman Melunasi Utang
Berapa Butir Telur yang Aman Dimakan Saat Diet? Ahli Ungkap Fakta yang Jarang Diketahui, Jangan Sampai Salah Konsumsi!
Rumah Belum Bersertifikat Bisa Dijual? Ini Aturan Terbaru, Risiko Besar, dan Cara Aman Agar Tidak Kehilangan Uang
Asuransi Penyakit Kritis 2026: Premi Mulai Rp44 Ribu, Ini Cara Melindungi Keuangan dari Biaya Kanker, Stroke, hingga Serangan Jantung
Kredit ASN 2026: Cara Ajukan Pinjaman dengan SK, Syarat Lengkap, Bunga Rendah, Plafon Besar hingga Ratusan Juta
Jangan Sampai Tertipu, Ini Batas Maksimal Denda, Aturan Debt Collector, dan Dampaknya ke SLIK OJK
BKAD Sungai Penuh Mulai Menertibkan Aset Pemkot, Kendaraan Dinas yang Masih Tercecer Segera Ditarik
Surat Mendagri Soal Gaji PPPK Resmi Terbit, Daerah Diminta Segera Melapor
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 16:01 WIB

Jasa Pelunasan Pinjol di Media Sosial Jadi Modus Penipuan, Kenali Ciri-Ciri dan Cara Aman Melunasi Utang

Rabu, 5 Agustus 2026 - 05:01 WIB

Berapa Butir Telur yang Aman Dimakan Saat Diet? Ahli Ungkap Fakta yang Jarang Diketahui, Jangan Sampai Salah Konsumsi!

Senin, 3 Agustus 2026 - 22:01 WIB

Rumah Belum Bersertifikat Bisa Dijual? Ini Aturan Terbaru, Risiko Besar, dan Cara Aman Agar Tidak Kehilangan Uang

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:01 WIB

Asuransi Penyakit Kritis 2026: Premi Mulai Rp44 Ribu, Ini Cara Melindungi Keuangan dari Biaya Kanker, Stroke, hingga Serangan Jantung

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:01 WIB

Kredit ASN 2026: Cara Ajukan Pinjaman dengan SK, Syarat Lengkap, Bunga Rendah, Plafon Besar hingga Ratusan Juta

Berita Terbaru