KESEHATAN,JS- Jagung bukan sekadar bahan makanan yang mengenyangkan. Di balik rasanya yang manis dan teksturnya yang khas, tanaman pangan ini menyimpan sejumlah nutrisi yang dapat mendukung kesehatan tubuh.
Masyarakat mengolah jagung dengan berbagai cara. Mulai dari merebus, mengukus, memanggang hingga mencampurkannya ke dalam sup, salad, bubur, tortilla dan berbagai makanan lainnya.
Selain menjadi sumber karbohidrat, jagung juga mengandung serat, protein, vitamin serta sejumlah senyawa antioksidan. Kandungan tersebut membuat jagung menarik untuk masuk dalam pola makan sehari-hari.
Menurut ahli diet terdaftar dari Cleveland Clinic, Elyse Homan, MS, RD, LD, jagung memiliki sejumlah manfaat yang berkaitan dengan kesehatan tubuh.
Salah satu keunggulan jagung terletak pada kandungan serat tidak larutnya. Serat jenis ini membantu memperlambat proses pencernaan dan mendukung kesehatan sistem pencernaan.
Lantas, apa saja manfaat jagung untuk kesehatan?
1. Membantu menjaga kesehatan pencernaan
Jagung mengandung serat tidak larut yang dapat membantu memperlancar buang air besar. Serat tersebut menambah massa tinja sehingga tubuh lebih mudah mengeluarkannya.
Karena itu, konsumsi makanan berserat seperti jagung dapat membantu mengurangi risiko sembelit ketika seseorang memenuhi kebutuhan serat hariannya.
Selain itu, serat dalam jagung juga dapat mendukung keseimbangan bakteri baik di dalam usus. Bakteri tersebut membantu tubuh menjalankan proses pencernaan dan menyerap berbagai nutrisi dari makanan.
Anda mungkin pernah melihat sisa kulit biji jagung dalam tinja setelah mengonsumsinya. Kondisi tersebut tidak selalu menandakan gangguan pencernaan.
Tubuh dapat mencerna bagian dalam biji jagung, tetapi lapisan luarnya mengandung selulosa yang sulit dicerna manusia. Karena itu, sebagian kulit jagung dapat keluar bersama tinja.
2. Mendukung kesehatan mata
Jagung kuning mengandung lutein dan zeaxanthin. Kedua senyawa tersebut termasuk antioksidan yang berkaitan dengan kesehatan mata.
Lutein dan zeaxanthin dapat membantu melindungi mata dari dampak stres oksidatif. Sejumlah penelitian juga mengaitkan kedua karotenoid tersebut dengan kesehatan penglihatan.
Karena itu, memasukkan jagung dan makanan lain yang kaya karotenoid ke dalam menu harian dapat menjadi salah satu bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan mata.
Namun, konsumsi jagung tentu tidak menggantikan pemeriksaan mata atau pengobatan ketika seseorang mengalami gangguan penglihatan.
3. Mendukung kesehatan jantung
Manfaat jagung berikutnya berkaitan dengan kesehatan jantung. Jagung mengandung serat serta berbagai senyawa yang dapat mendukung pola makan sehat untuk jantung.
Selain jagung utuh, minyak jagung juga mengandung fitosterol. Senyawa tanaman tersebut dapat membantu mengurangi penyerapan kolesterol dari makanan di saluran pencernaan.
Sebuah penelitian pada 2018 membandingkan konsumsi minyak jagung dan minyak kelapa dalam makanan panggang pada orang dengan kadar kolesterol tinggi. Hasil penelitian tersebut menunjukkan kelompok yang mengonsumsi minyak jagung mengalami penurunan kadar kolesterol yang lebih baik dibandingkan kelompok minyak kelapa.
Meski begitu, manfaat tersebut tidak berarti seseorang perlu mengonsumsi minyak jagung secara berlebihan. Jumlah minyak dan total kalori dalam pola makan tetap perlu diperhatikan.
4. Menjadi pilihan makanan bebas gluten
Jagung secara alami tidak mengandung gluten. Kondisi tersebut membuat jagung menjadi salah satu pilihan bahan pangan bagi orang yang perlu menghindari gluten.
Produk seperti tepung jagung, tortilla berbahan jagung dan makanan lain yang menggunakan jagung dapat masuk dalam pola makan bebas gluten.
Meski demikian, orang dengan penyakit celiac tetap perlu memperhatikan label produk. Proses produksi dapat menyebabkan kontaminasi silang apabila produsen mengolah jagung bersama bahan yang mengandung gluten.
Dengan demikian, memilih produk berlabel bebas gluten dapat memberikan keamanan tambahan bagi orang yang memang harus menghindari gluten.
5. Membantu memenuhi kebutuhan protein
Jagung memang bukan sumber protein utama. Namun, makanan ini tetap memberikan kontribusi protein dalam menu sehari-hari.
Satu bonggol jagung dapat menyediakan sekitar tiga gram protein, meskipun jumlahnya dapat berbeda tergantung ukuran dan jenis jagung.
Protein memiliki peran penting dalam tubuh. Nutrisi ini membantu proses pembentukan serta perbaikan jaringan, termasuk jaringan otot.
Bagi vegetarian atau vegan, jagung juga dapat menjadi salah satu bahan makanan untuk menambah variasi sumber protein nabati. Anda dapat mengombinasikannya dengan kacang-kacangan, biji-bijian atau sumber protein nabati lainnya agar asupan protein lebih beragam.
6. Mendukung sistem kekebalan tubuh
Jagung juga mengandung vitamin C yang berperan sebagai antioksidan. Vitamin ini membantu mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh sekaligus membantu pembentukan kolagen.
Selain itu, vitamin C membantu tubuh menyerap zat besi dari makanan nabati. Karena itu, mengombinasikan jagung dengan makanan yang kaya zat besi dapat menjadi bagian dari pola makan yang lebih beragam.
Kandungan vitamin B dalam jagung juga memiliki fungsi penting. Tiamin dan folat, misalnya, membantu berbagai proses metabolisme dalam tubuh.
Folat juga memiliki peran khusus selama kehamilan. Nutrisi tersebut mendukung perkembangan janin dan membantu menurunkan risiko cacat tabung saraf.
7. Memberikan energi untuk aktivitas sehari-hari
Jagung mengandung karbohidrat yang dapat tubuh gunakan sebagai sumber energi. Karena itu, banyak orang menjadikan jagung sebagai salah satu pilihan makanan pengganti atau pendamping nasi.
Kandungan seratnya juga membantu memperlambat proses pencernaan. Kondisi tersebut dapat membuat rasa kenyang bertahan lebih lama dibandingkan makanan yang hanya mengandung karbohidrat sederhana.
Meski begitu, porsi tetap menjadi faktor penting. Kebutuhan energi setiap orang berbeda berdasarkan usia, aktivitas fisik dan kondisi tubuh.
Cara sehat mengonsumsi jagung
Untuk mendapatkan manfaat jagung secara optimal, cara pengolahannya juga perlu diperhatikan.
Jagung rebus atau kukus dapat menjadi pilihan sederhana karena tidak membutuhkan tambahan banyak minyak. Anda juga dapat mencampurkan jagung dengan sayuran lain, kacang-kacangan atau sumber protein untuk membuat menu yang lebih lengkap.
Sebaliknya, manfaat jagung dapat berubah ketika seseorang mengolahnya menjadi makanan dengan tambahan gula, garam, mentega atau lemak dalam jumlah berlebihan.
Oleh karena itu, bukan hanya jenis makanannya yang perlu diperhatikan, tetapi juga cara mengolah dan jumlah yang dikonsumsi.
Jagung bukan sekadar makanan pengganti nasi
Berbagai kandungan nutrisi membuat jagung memiliki tempat dalam pola makan sehat. Seratnya mendukung pencernaan, sementara lutein dan zeaxanthin berkaitan dengan kesehatan mata.
Di sisi lain, jagung juga menyediakan vitamin, mineral, karbohidrat dan sejumlah protein. Kandungan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi ketika seseorang mengonsumsi jagung sebagai bagian dari menu yang seimbang.
Namun, tidak ada satu jenis makanan yang mampu memenuhi seluruh kebutuhan nutrisi tubuh. Karena itu, konsumsi jagung sebaiknya tetap berjalan bersama pola makan yang beragam dengan sayuran, buah, protein dan sumber karbohidrat lainnya.
Dengan pengolahan dan porsi yang tepat, jagung dapat menjadi pilihan makanan sederhana yang memberikan sejumlah manfaat bagi kesehatan tubuh.(*)










